Popular Posts

Latest Post

Pantai Losari Makassar (Losari Makassar Beach)

Written By Donny Hassan on Sabtu, 14 April 2012 | 02.58



Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).

Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari (sunset).


Losari beach is a beach located to the west of the city of Makassar. The beach is a place for the citizens of Makassar to spend time in the morning, afternoon and evening enjoying the scenery is very beautiful sunset.

In the past, this beach is known as the center of seafood and grilled fish at night (because the sellers and traders operate only at night), and is touted as the world's longest stall (since stalls lined up along the beach tent of less over one kilometer).

One of the typical snacks surveyed in Makassar that the tent stalls are bananas EPE (raw banana is burned, then made flat, and brown sugar mixed with water. Best when eaten while still warm).

Currently tent stalls selling seafood that has been moved to a spot in front of the home office of Mayor of Makassar is also still around Losari.

In the afternoon, everyone can enjoy the process or the moments of the sinking sun sunset.

Candi Prambanan






Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa sansekerta yang bermakna: 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha  (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Candi ini terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20 kilometer timur Yogyakarta, 40 kilometer barat Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.


Prambanan Temple or Temple of Rara Jonggrang is the largest Hindu temple complex in Indonesia was built in the 9th century BC. The temple is dedicated to Trimurti, the three major Hindu gods Brahma as the creator god, the god Vishnu as the maintainer, and Shiva the god of destruction. Based on the inscriptions Siwagrha the original name of this temple complex is Siwagrha (Sanskrit word which means: 'The house of Shiva'), and indeed in garbagriha (main hall) of this temple dwell Mahadeva Shiva statue as high as three meters which showed that the god Shiva in this temple are preferred.

This temple is situated in the village of Prambanan, Java, about 20 kilometers east of Yogyakarta, 40 kilometers west of Surakarta and 120 kilometers south of Manila, just on the border between the provinces of Central Java and the Special Region Yogyakarta.Candi Rara Jonggrang Prambanan located in the village whose territory is divided between Sleman and Klaten district.

This temple is a UNESCO World Heritage Site including, the largest Hindu temple in Indonesia, and one of the most beautiful temples in Southeast Asia. The architecture is tall and slender form in accordance with Hindu architecture in general with the main Shiva temple as the temple reaches a height of 47 meters in the center of the complex cluster of towering temples smaller. As one of the grandest temples in Southeast Asia, Prambanan temple is the main attraction of tourists from around the world.

According Siwagrha inscriptions, this temple was built in about the year 850 AD by the Rakai Pikatan, and was further developed and expanded by Balitung Maha Sambu, during Medang Mataram kingdom.

Daftar Blog Saya

About this blog

facebook : donny_madoman@yahoo.com
twitter : donny_hassan

Text Widget

WELCOME TO MY BLOG
Powered By Blogger

Category

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alam Indonesia (Natural Indonesia) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger