Label 2

Popular Posts

Latest Post

Kawah Putih Bandung

Written By Donny Hassan on Senin, 07 Mei 2012 | 02.04



Beautiul Place

Pantai Losari Makassar (Losari Makassar Beach)

Written By Donny Hassan on Sabtu, 14 April 2012 | 02.58



Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).

Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari (sunset).


Losari beach is a beach located to the west of the city of Makassar. The beach is a place for the citizens of Makassar to spend time in the morning, afternoon and evening enjoying the scenery is very beautiful sunset.

In the past, this beach is known as the center of seafood and grilled fish at night (because the sellers and traders operate only at night), and is touted as the world's longest stall (since stalls lined up along the beach tent of less over one kilometer).

One of the typical snacks surveyed in Makassar that the tent stalls are bananas EPE (raw banana is burned, then made flat, and brown sugar mixed with water. Best when eaten while still warm).

Currently tent stalls selling seafood that has been moved to a spot in front of the home office of Mayor of Makassar is also still around Losari.

In the afternoon, everyone can enjoy the process or the moments of the sinking sun sunset.

Candi Prambanan






Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa sansekerta yang bermakna: 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha  (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Candi ini terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20 kilometer timur Yogyakarta, 40 kilometer barat Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.


Prambanan Temple or Temple of Rara Jonggrang is the largest Hindu temple complex in Indonesia was built in the 9th century BC. The temple is dedicated to Trimurti, the three major Hindu gods Brahma as the creator god, the god Vishnu as the maintainer, and Shiva the god of destruction. Based on the inscriptions Siwagrha the original name of this temple complex is Siwagrha (Sanskrit word which means: 'The house of Shiva'), and indeed in garbagriha (main hall) of this temple dwell Mahadeva Shiva statue as high as three meters which showed that the god Shiva in this temple are preferred.

This temple is situated in the village of Prambanan, Java, about 20 kilometers east of Yogyakarta, 40 kilometers west of Surakarta and 120 kilometers south of Manila, just on the border between the provinces of Central Java and the Special Region Yogyakarta.Candi Rara Jonggrang Prambanan located in the village whose territory is divided between Sleman and Klaten district.

This temple is a UNESCO World Heritage Site including, the largest Hindu temple in Indonesia, and one of the most beautiful temples in Southeast Asia. The architecture is tall and slender form in accordance with Hindu architecture in general with the main Shiva temple as the temple reaches a height of 47 meters in the center of the complex cluster of towering temples smaller. As one of the grandest temples in Southeast Asia, Prambanan temple is the main attraction of tourists from around the world.

According Siwagrha inscriptions, this temple was built in about the year 850 AD by the Rakai Pikatan, and was further developed and expanded by Balitung Maha Sambu, during Medang Mataram kingdom.

Pantai Kuta di Bali ( Kuta Beach In Bali )

Written By Donny Hassan on Minggu, 08 Januari 2012 | 02.13





 Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.

Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.




Kuta beach is a tourist place located south of Denpasar, the capital of Bali, Indonesia. Kuta is located in Badung regency. This area is a tourist destination abroad, and has become a mainstay tourist island of Bali since the early 70's. Kuta beach are often referred to as beach sunset (sunset beach) as opposed to Sanur beach.

In Kuta there are many shops, restaurants and baths and hanging himself. Besides beautiful beaches, Kuta beach also offers a variety of types of entertainment such as bars and restaurants along the beach to Legian beach. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, are some of the most crowded clubs along the Kuta beach.

This beach also has a pretty good waves for surfing (surfing), especially for novice surfers. Field I Gusti Ngurah Rai Airport is located not far from Kuta.



Pulau Seribu ( The Thousands Islands )



Candi Borobudur

Written By Donny Hassan on Senin, 12 Desember 2011 | 19.46



 

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.[2] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kฤmadhฤtu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.[3] Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.[4]

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.


Borobudur is the name of a Buddhist temple located at Borobudur, Magelang, Central Java, Indonesia. Location of the temple is about 100 km southwest of Semarang and 40 km northwest of Yogyakarta. Stupa shaped temple was founded by the Mahayana Buddhists around AD 800-AD in the reign of an dynasty dynasty. The monument comprises six square terraces on which there are three circular courtyard, the walls adorned with original 2672 relief panels and 504 Buddha statues there. [1] The main stupa in the middle of the largest teletak once crowned this building, surrounded by three rows of circular 72 perforated stupa in which there are statues of Buddha sitting cross-legged in the lotus position perfectly with mudra (hand position) Dharmachakra mudra (turning the wheel of dharma).This monument is a model of the universe and built as a shrine to honor the Buddha also functions as a place of pilgrimage to guide mankind to switch from natural lust to enlightenment and wisdom according to the teachings of Buddha. [2] The pilgrims enter through the east side starting at the base of the temple ritual by walking around the sacred building in a clockwise direction, while continuing to go up to the next steps through the three levels of the realm in Buddhist cosmology. The third level is Kamadhatu (the realm of the passions), Rupadhatu (sphere shape), and Arupadhatu (the realm of intangibles). In this way of pilgrims walking through the hallway and staircase with a series of witnessed no less than 1460 beautifully carved relief panels on the wall and balustrade.According to historical evidence, Borobudur abandoned in the 14th century as the weakening of the influence of Hindu and Buddhist kingdoms in Java as well as from the influence of Islam. [3] The world began to recognize the existence of these buildings have since been found in 1814 by Sir Thomas Stamford Raffles, who was then as the British Governor General of Java. Since then Borobudur has suffered a series of rescue and restoration efforts. Largest restoration project was held in the period 1975 to 1982 the efforts of the Government of the Republic of Indonesia and UNESCO, and historic sites are included in the list of World Heritage Sites. [4]Borobudur is still used as a place of religious pilgrimage; each year Buddhists who come from all over Indonesia and abroad gather at Borobudur to commemorate Vesak Trisuci. In the world of tourism, tourism Borobudur is Indonesia's single most visited tourist.

Gunung Bromo ( Mount Bromo )

Written By Donny Hassan on Sabtu, 24 September 2011 | 21.09



 

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.


Mount Bromo (from Sanskrit: Brahma, one of the main Hindu Gods), the volcano is still active and best known as a tourist attraction in East Java. As a tourist attraction, Mount Bromo to be attractive because of its status as a still active volcano.

Bromo has a height of 2392 meters above sea level is located in four regions, namely Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, and the District of Malang. Mount Bromo mesh body shape between the valleys and canyons with a caldera or a sea of ​​sand covering approximately 10 square kilometers.

Mount Bromo has a crater with a diameter of ± 800 meters (north-south) and ± 600 meters (east-west). While the danger area of a circle with a radius of 4 km from the center of the crater of Bromo.

Daftar Blog Saya

About this blog

facebook : donny_madoman@yahoo.com
twitter : donny_hassan

Text Widget

WELCOME TO MY BLOG
Powered By Blogger

Category

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alam Indonesia (Natural Indonesia) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger